9 menit menuju waktu Sholat Subuh di Kota Jakarta

Jadwal Imsakiyah 7 Juni 2020
Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id
IMSAK
SUBUH
DZUHUR
ASHAR
MAGHRIB
ISYA
04:28
04:38
11:55
15:16
17:48
19:02

Jadwal Imsakiyah Kota Jakarta Bulan Juni 2020

TANGGAL IMSAK SUBUH DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
Senin, 1 Juni 2020 04:27 04:37 11:54 15:15 17:47 19:01
Selasa, 2 Juni 2020 04:27 04:37 11:54 15:15 17:47 19:01
Rabu, 3 Juni 2020 04:27 04:37 11:54 15:15 17:48 19:01
Kamis, 4 Juni 2020 04:27 04:37 11:55 15:16 17:48 19:01
Jumat, 5 Juni 2020 04:27 04:37 11:55 15:16 17:48 19:02
Sabtu, 6 Juni 2020 04:27 04:37 11:55 15:16 17:48 19:02
Minggu, 7 Juni 2020 04:28 04:38 11:55 15:16 17:48 19:02
Senin, 8 Juni 2020 04:28 04:38 11:55 15:16 17:48 19:02
Selasa, 9 Juni 2020 04:28 04:38 11:55 15:16 17:48 19:02
Rabu, 10 Juni 2020 04:28 04:38 11:56 15:17 17:49 19:03
Kamis, 11 Juni 2020 04:28 04:38 11:56 15:17 17:49 19:03
Jumat, 12 Juni 2020 04:28 04:38 11:56 15:17 17:49 19:03
Sabtu, 13 Juni 2020 04:29 04:39 11:56 15:17 17:49 19:03
Minggu, 14 Juni 2020 04:29 04:39 11:56 15:17 17:49 19:03
Senin, 15 Juni 2020 04:29 04:39 11:57 15:18 17:49 19:04
Selasa, 16 Juni 2020 04:29 04:39 11:57 15:18 17:50 19:04
Rabu, 17 Juni 2020 04:29 04:39 11:57 15:18 17:50 19:04
Kamis, 18 Juni 2020 04:30 04:40 11:57 15:18 17:50 19:04
Jumat, 19 Juni 2020 04:30 04:40 11:58 15:19 17:50 19:05
Sabtu, 20 Juni 2020 04:30 04:40 11:58 15:19 17:50 19:05
Minggu, 21 Juni 2020 04:30 04:40 11:58 15:19 17:51 19:05
Senin, 22 Juni 2020 04:31 04:41 11:58 15:19 17:51 19:05
Selasa, 23 Juni 2020 04:31 04:41 11:58 15:19 17:51 19:05
Rabu, 24 Juni 2020 04:31 04:41 11:59 15:20 17:51 19:06
Kamis, 25 Juni 2020 04:31 04:41 11:59 15:20 17:52 19:06
Jumat, 26 Juni 2020 04:31 04:41 11:59 15:20 17:52 19:06
Sabtu, 27 Juni 2020 04:32 04:42 11:59 15:20 17:52 19:06
Minggu, 28 Juni 2020 04:32 04:42 12:00 15:21 17:52 19:06
Senin, 29 Juni 2020 04:32 04:42 12:00 15:21 17:53 19:07
Selasa, 30 Juni 2020 04:32 04:42 12:00 15:21 17:53 19:07
Juni 2020
Bagi umat muslim di Kota Jakarta mengetahui jadwal imsakiyah, waktu sholat subuh, zuhur, ashar, maghrib dan isya, ashar selama bulan Juni punya arti penting. Terlebih di bulan puasa Ramadhan.

Bulan Ramadhan merupakan waktu paling utama bagi umat muslim. Pada bulan ini umat muslim dapat memperbanyak ibadah sekaligus menyempurnakannya. Sholat fardhu lima waktu yang merupakan ibadah wajib tentu sebaiknya dijalankan secara lebih khusyuk saat bulan Ramadhan.

Yang lebih penting, sholat fardhu lima waktu harus dikerjakan sesuai dengan waktunya.

Sholat fardhu bisa dilaksanakan di rumah atau masjid. Meski demikian, umat muslim sangat dianjurkan menunaikan sholat fardhu di masjid dengan berjamaah, apalagi pada Ramadhan.

Daftar Masjid di Kota Jakarta

Untuk menunaikan sholat fardu, di Kota Jakarta ada banyak masjid tersedia. Namun ada beberapa masjid ikonik yang ada di daerah ini. Beberapa contoh masjid tersebut, antara lain:

  1. Masjid Istiqlal alamat Jl. Taman Wijaya Kusuma Rt.08/02, Kel. Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat
  2. Masjid Baitul Ihsan alamat Komp. Bank Indonesia Jl. Budi Kemuliaan/Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  3. Masjid Sunda Kelapa alamat Jl. Taman Sunda Kelapa Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  4. Masjid Al-Ikhlas alamat Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH.Thamrin no.6 Jakarta Pusat
  5. Masjid Cut Meutia alamat Jl. Cut Meutia no.1, Menteng, Jakarta Pusat
  6. Masjid Al-Fatah alamat Jl. Menteng Raya No. 58 ( Gedung Muhammadiyah )
  7. Masjid At-Tanwir alamat Stasiun Gambir, Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta
  8. Masjid Asy-Syaakirin alamat Gedung Thamrin City Lt.8, Jl. Kebon Kacang Raya, Kel.Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat, Prov.DKI Jakarta
  9. Masjid Baitul Ikhwan alamat Jl. Mardani Raya Kel.Cempaka Putih Barat, Kec.Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  10. Masjid Nurul Iman alamat Jl. Sinyar Raya Rt.02/09 Kel.Duri Pulo Kec.Gambir, Jakarta Pusat
Daftar Tempat Favorit

Selain bisa menjalankan ibadah di masjid-masjid tersebut, para musafir dari kota lain dapat juga mengunjungi tempat-tempat favorit di Kota Jakarta ini. Berikut adalah tempat favorit tersebut:

  1. Taman Suropati
  2. Monas
  3. Kota Tua Jakarta
  4. Taman Cattelya
  5. Setu Babakan
  6. Taman Sepeda Banjir Kanal Timur
Makanan Khas

Selain masjid dan tempat favorit, di Kota Jakarta juga terkenal akan makanan khasnya. Makanan khas itu antara lain:

  1. Asinan Betawi
  2. Soto Betawi
  3. Gabus pucung
  4. Sayur babanci
  5. Sayur godog
  6. Sayur besan (Telubuk sayur pemersatu)
  7. Ayam sampyok
  8. Sambelan lengkio
  9. Soto tangkar
  10. Soto mie
  11. Pecak Ikan Gabus
  12. Pecak tembang
  13. Bandeng pesmol
  14. Nasi kebuli
  15. Nasi uduk
  16. Nasi ulam
  17. Gado-gado
  18. Ketoprak
  19. Semur Jengkol
  20. Laksa Betawi
  21. Pindang Bandeng


Khasanah Keislaman Harian

Untuk melengkapi memperkaya khasanah keislaman penting juga untuk mengetahui atau mengingat lagi pengetahuan dasar dalam Islam. Berikut ini adalah khasanah keislaman yang dihimpun Tirto.id.

Musafir, orang yang sedang dalam perjalanan jauh, termasuk ke dalam golongan orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa Ramadan, dengan cara menggantinya pada hari lain di luar bulan Ramadan. Firman Allah dalam Surah al-Baqarah:184, :Barangsiapa di antara kalian sedang sakit atau perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain."

Seseorang tergolong musafir ketika perjalanan yang dilakukannya melebihi batas qashar salat yaitu sekitar 81 hingga 90 kilometer.

Dalam Kanzur Raghibin Syarh Minhajut Thalibin oleh Jalaludin Al-Mahalli, boleh tidaknya seseorang meninggalkan puasa ketika bepergian, terletak pada manfaat atau mudarat puasa untuk kondisinya. Bila dengan berpuasa seorang musafir mengalami mudarat maka berbuka lebih utama, bila tidak maka berpuasa lebih utama.

Terkait seseorang yang bepergian jauh setelah subuh, misalnya menjelang siang, dalam mazhab Syafi'i, hukumnya adalah tidak boleh meninggalkan puasa. Dalam al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab oleh Imam Nawawi disebutkan, "Barangsiapa yang ketika waktu subuh masih di rumah dalam keadaan berpuasa, baru kemudian pergi, maka ia tidak boleh membatalkan puasanya pada hari tersebut".

Kondisi berbeda terjadi jika dalam perjalananan, orang tersebut mendadak sakit. Keadaan darurat tersebut membuat dia dapat membatalkan puasa.
a