9 jam 32 menit menuju waktu Sholat Shubuh di Kota Jakarta

Jadwal Imsak 3 Juli 2022
Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id
IMSAK
SUBUH
DZUHUR
ASHAR
MAGHRIB
ISYA
04:33
04:43
12:00
15:22
17:53
19:07

Jadwal Imsak Kota Jakarta Bulan Juni 2022

TANGGAL IMSAK SUBUH DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
Rabu, 1 Juni 2022 04:27 04:37 11:54 15:15 17:47 19:01
Kamis, 2 Juni 2022 04:27 04:37 11:54 15:15 17:47 19:01
Jumat, 3 Juni 2022 04:27 04:37 11:54 15:15 17:48 19:01
Sabtu, 4 Juni 2022 04:27 04:37 11:54 15:16 17:48 19:01
Minggu, 5 Juni 2022 04:27 04:37 11:55 15:16 17:48 19:02
Senin, 6 Juni 2022 04:27 04:37 11:55 15:16 17:48 19:02
Selasa, 7 Juni 2022 04:27 04:37 11:55 15:16 17:48 19:02
Rabu, 8 Juni 2022 04:28 04:38 11:55 15:16 17:48 19:02
Kamis, 9 Juni 2022 04:28 04:38 11:55 15:16 17:48 19:02
Jumat, 10 Juni 2022 04:28 04:38 11:56 15:17 17:48 19:03
Sabtu, 11 Juni 2022 04:28 04:38 11:56 15:17 17:49 19:03
Minggu, 12 Juni 2022 04:28 04:38 11:56 15:17 17:49 19:03
Senin, 13 Juni 2022 04:29 04:39 11:56 15:17 17:49 19:03
Selasa, 14 Juni 2022 04:29 04:39 11:56 15:17 17:49 19:03
Rabu, 15 Juni 2022 04:29 04:39 11:57 15:18 17:49 19:04
Kamis, 16 Juni 2022 04:29 04:39 11:57 15:18 17:50 19:04
Jumat, 17 Juni 2022 04:29 04:39 11:57 15:18 17:50 19:04
Sabtu, 18 Juni 2022 04:30 04:40 11:57 15:18 17:50 19:04
Minggu, 19 Juni 2022 04:30 04:40 11:57 15:18 17:50 19:04
Senin, 20 Juni 2022 04:30 04:40 11:58 15:19 17:50 19:05
Selasa, 21 Juni 2022 04:30 04:40 11:58 15:19 17:51 19:05
Rabu, 22 Juni 2022 04:30 04:40 11:58 15:19 17:51 19:05
Kamis, 23 Juni 2022 04:31 04:41 11:58 15:19 17:51 19:05
Jumat, 24 Juni 2022 04:31 04:41 11:59 15:20 17:51 19:06
Sabtu, 25 Juni 2022 04:31 04:41 11:59 15:20 17:52 19:06
Minggu, 26 Juni 2022 04:31 04:41 11:59 15:20 17:52 19:06
Senin, 27 Juni 2022 04:32 04:42 11:59 15:20 17:52 19:06
Selasa, 28 Juni 2022 04:32 04:42 11:59 15:20 17:52 19:06
Rabu, 29 Juni 2022 04:32 04:42 12:00 15:21 17:52 19:07
Kamis, 30 Juni 2022 04:32 04:42 12:00 15:21 17:53 19:07
Juni 2022

Jadwal imsakiyah Kota Jakarta menjadi panduan bagi umat Islam dalam mengerjakan sholat fardhu, yaitu shalat subuh, zuhur, ashar, maghrib, dan isya pada awal waktu sesuai sunnah. Diriwayatkan, ketika Rasulullah ﷺ ditanya soal amalan apa yang paling utama, Beliau ﷺ menjawab "Shalat pada awal waktu".

Sholat fardhu bisa dilaksanakan di masjid atau sendiri (munfarid) di rumah. Bagi umat Islam yang laki-laki, mengerjakan sholat fardhu di masjid secara berjemaah lebih utama. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Sholat berjamaah lebih afdal daripada shalat sendirian dengan perbandingan 27 derajat."


Daftar Masjid di Kota Jakarta

Umat Islam yang terbiasa menunaikan sholat fadhu berjemaah di masjid akan memiliki keterikatan khusus. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Nabi Muhammad ﷺ bersabda, orang yang hatinya terpaut dengan masjid termasuk dalam 7 golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada Yaumul Akhir.

Di Kota Jakarta terdapat banyak masjid yang dapat digunakan untuk sholat fardhu berjamaah, mendengarkan tausiyah, atau membaca Al-Qur'an. Berikut daftar masjid ikonik di Kota Jakarta beserta alamatnya.

  1. Masjid Istiqlal alamat Jl. Taman Wijaya Kusuma Rt.08/02, Kel. Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat
  2. Masjid Baitul Ihsan alamat Komp. Bank Indonesia Jl. Budi Kemuliaan/Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  3. Masjid Sunda Kelapa alamat Jl. Taman Sunda Kelapa Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
  4. Masjid Al-Ikhlas alamat Gedung Kementerian Agama RI, Jl. MH.Thamrin no.6 Jakarta Pusat
  5. Masjid Cut Meutia alamat Jl. Cut Meutia no.1, Menteng, Jakarta Pusat
  6. Masjid Al-Fatah alamat Jl. Menteng Raya No. 58 ( Gedung Muhammadiyah )
  7. Masjid At-Tanwir alamat Stasiun Gambir, Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta
  8. Masjid Asy-Syaakirin alamat Gedung Thamrin City Lt.8, Jl. Kebon Kacang Raya, Kel.Kebon Melati, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat, Prov.DKI Jakarta
  9. Masjid Baitul Ikhwan alamat Jl. Mardani Raya Kel.Cempaka Putih Barat, Kec.Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  10. Masjid Nurul Iman alamat Jl. Sinyar Raya Rt.02/09 Kel.Duri Pulo Kec.Gambir, Jakarta Pusat

Daftar Tempat Ngabuburit di Kota Jakarta

Menjalankan ibadah puasa tidak perlu menunggu puasa Ramadhan. Selain puasa Ramadhan yang hukumnya wajib bagi seorang muslim yang tidak mendapatkan halangan, terdapat pula puasa-puasa sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ Puasa-puasa ini dikerjakan di luar Ramadhan, misalnya puasa 6 hari pada bulan syawal, puasa tasu'a, puasa tarwiyah, puasa 'arafah, hingga puasa pertengahan bulan Hijriah (puasa ayyamul bidh).

Bagi muslim yang terbiasa berpuasa, menunggu saat buka puasa di tempat ngabuburit asik dapat membantu menyegarkan pikiran, juga membuat kita mencicipi makanan favorit untuk berbuka. Yang terpenting ketika ngabuburit, kita dapat mengisinya dengan hal-hal positif. Nabi ﷺ bersabda, "Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang".

Berikut adalah tempat ngabuburit enak di Kota Jakarta:

  1. Taman Suropati
  2. Monas
  3. Kota Tua Jakarta
  4. Taman Cattelya
  5. Setu Babakan
  6. Taman Sepeda Banjir Kanal Timur


Salah satu hal istimewa ketika berpuasa adalah waktu berbuka. Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam untuk segera berbuka begitu sudah tiba masanya. Beliau bersabda, "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka".

Terdapat doa buka puasa yang umum dibaca di kalangan masyarakat sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْرْتُ ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftortu. Dzahaba-zh zama’u, wabtalati-i ‘uruuqu wa tsabata-l ajru, insyaa Allah.

Artinya: “Yaa Allah, kepada Mu aku berpuasa dan kepada Mu aku berbuka. Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah dan telah diraih pahala, insyaa Allah".

Ucapan "dzahabazh zama'u" dan seterusnya menandakan seseorang sudah berbuka (membatalkan puasanya).

Saat berbuka, tidak sedikit masyarakat di Kota Jakarta yang mencoba lezatnya makanan khas Kota Jakarta. Berikut ini makanan buka puasa di Kota Jakarta yang dapat menjadi inspirasi santapan berbuka .

  1. Kerak Telor
  2. Semur Jengkol
  3. Soto Betawi
  4. Ketoprak
  5. Nasi Uduk

Kultum Singkat Islami

Rasulullah ﷺ bersabda "mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim". Saat ini di berbagai masjid, banyak dijumpai kajian-kajian yang memperkaya pengetahuan agama. Selain itu, banyak sajian kuliah tujuh menit (kultum) di berbagai media yang dapat diakses oleh siapa saja.

Mendapatkan saripati ilmu dalam kultum akan membantu seorang muslim dalam memperbaiki amalan-amalan yang kurang. Ada kalanya mendengarkan ceramah islami dapat menyegarkan ingatan tentang indahnya nilai-nilai Islam yang mesti tertanam dalam diri seorang muslim.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari). Beliau juga menyampaikan, "Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang."

Berikut ini kultum singkat Islami yang dihimpun Tirto.id.

Musafir, orang yang sedang dalam perjalanan jauh, termasuk ke dalam golongan orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa Ramadan, dengan cara menggantinya pada hari lain di luar bulan Ramadan. Firman Allah dalam Surah al-Baqarah:184, :Barangsiapa di antara kalian sedang sakit atau perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain."

Seseorang tergolong musafir ketika perjalanan yang dilakukannya melebihi batas qashar salat yaitu sekitar 81 hingga 90 kilometer.

Dalam Kanzur Raghibin Syarh Minhajut Thalibin oleh Jalaludin Al-Mahalli, boleh tidaknya seseorang meninggalkan puasa ketika bepergian, terletak pada manfaat atau mudarat puasa untuk kondisinya. Bila dengan berpuasa seorang musafir mengalami mudarat maka berbuka lebih utama, bila tidak maka berpuasa lebih utama.

Terkait seseorang yang bepergian jauh setelah subuh, misalnya menjelang siang, dalam mazhab Syafi'i, hukumnya adalah tidak boleh meninggalkan puasa. Dalam al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab oleh Imam Nawawi disebutkan, "Barangsiapa yang ketika waktu subuh masih di rumah dalam keadaan berpuasa, baru kemudian pergi, maka ia tidak boleh membatalkan puasanya pada hari tersebut".

Kondisi berbeda terjadi jika dalam perjalananan, orang tersebut mendadak sakit. Keadaan darurat tersebut membuat dia dapat membatalkan puasa.

a